Sabtu, 29 Mei 2010

.”Anak saya menderita asma.Apakah ini akan mempengaruhi kemampuannya untuk mengikuti pelajaran di kelas?”

Asma apabila terjadi secara terpisah tidak akan menyebabkan berbagai gangguan belajar pada anak,tetapi seperti semua gangguan medis kronis lainnya,ia bisa berpengaruh pada sekolah si anak.Anak-anak yang mengidap asma yang tidak mendapatkan perawatan yang cukup bisa jauh tertinggal dalm pelajaran-pelajarannya di kelas.Semakin sering mereka tidak masuk kelas,mereka akan semakin kesulitan untuk mengikuti pelajaran.Jadi masalahnya bukan pada anak tersebut akan mengalami gangguan belajar membaca,menulis dan sebagainya,tetapi karena seringkali tidak masuk kelas,ia akan tertinggal pelajaran.
Sebuah obat asma yang dinamakan Theophylline juga dianggap bisa mengganggu seorang anak untuk berkonsentrasi,ia bisa menyebabkan masalah yang sama seperti ADHD.Tetapi penelitian-penelitian yang dilakukan dengan cara control-acak yang dilakukan oleh para peneliti di Ottawa menunjukkan bahwa tidak perbedaan antara anak-anak yang tidak mampu memperhatikan ketika mereka mendapatkan theophylline dengan mereka yang hanya mendapatkan placebo.Pada semua kasus yang ada,selalu ada alternative-alternatif pengganti Theophylline ini bagi anak penderita adsma,jadi obat yang diberikan seharusnya tidak berpengaruh pada kemampuan belajar anak.

Dikutip dari:buku berjudul”Deteksi dini masalah-masalh psikologi anak” oleh james le fanu

”Ia mengalami infeksi parah pada telinga ketika masih anak-anak.Dapatkah insiden seperti ini menyebabkan gangguan belajar?”

Kembali pada tahun 1960-an,sejumlah penelitian menawarkan adanya korelasi antara infeksi telinga yang terjadi berkali-kali ketika anak-anak belum masuk sekolah dengan berbicara ketika mengakibatkan timbulnya permasalahan-permasalahan selanjutnya.Beberapa penelitian ini juga menegaskan bahwa anak-anak usia prasekolah ketika diasuh di tempat-tempat penitipan anak terbukti mengalami infeksi pada telinga lebih besar disbanding mereka yang diasuh di rumah.
Review-review terhadap penelitian tahun 1980-an tidak menemukan bukti yang meyakinkan tentang adanya hubungan antara infeksi dengan gangguan belajar.Tetapi mereka mencatat fakta bahwa gagguan belajar berkaitkan dengan tingkat pendidikan orangtua.Anak-anak yang memiliki orangtua yang berpendidikan tinggi cenderung lebih bias belajar dengan baik disbanding dengan mereka yang orangtuanya bertaraf pendidikan rendah.Apalagi bila anak-anak tersebut menghhabiskan masa kecilnya di tempat-tempat penitipan anak dan mengalami infeksi telinga lebih banyak.

Dikutip dari:buku berjudul”Deteksi dini masalah-masalh psikologi anak” oleh james le fanu

.”si anak tampak depresi dan tidak bias konsntrasi.”

Depresi bukan saja menjadi permasalahan bagi orang dewasa atau remaja saja.Anak-anak juga bias menderita depresi.
BERUBAH-UBAH EMOSI
Wajar ketika anak-anak emosinya mudah berubah-ubah selama beberapa waktu,atau kebanyakan selama dua hari.ketika anak-anak berusia remaja,hormone-hormon menjadikan perubahan emosi secara lebih cepat dan sering,tetapi ini tetap normal.gejala seperti itu tidak butuh perlakuan khusus.
DEPRESI KARENA RASA KEHILANGAN ATAU KEGAGALAN
Rasa kehilangan,pindah dari satu kota ke kota lainnya,gagal menempuh ujian yang sangat menentukan atau kalah dalam pertandingan olahraga,atau tampil buruk di depan public.Bagi kebanyakan anak,depresi tidak mempengaruhi prestasi mereka di sekolah,tetapi bagi sebagiananak lainnya depresi membuat mereka sulit berkonsentrasi dan mengganggu pekerjaan dan tugas sekolah mereka.Apabila anak tersebut tidak bias bangkit dari kegagalan stelah beberapa minggu,dan depresi berdampak serius terhadap prestasi akademik mereka,barangkali ia perlu dibawa ke spesialis.
DEPRESI KRONIS
Depresi yang dialami padda anak bias berlangsung selama lebih dari beberapa minggu dan tidak memiliki sebab yang jelas,seperti kegagalan atau rasa kehilangan,biasanya akan mempengaruhi kinerja anak di sekolah,dan memerlukan konsultasi dengan seorang psikiater atau psikolog.

Dikutip dari:buku berjudul”Deteksi dini masalah-masalh psikologi anak” oleh james le fanu

”Anak perempuan saya mengalami kelainan berupa sering cemas dan ini berpengaruh pada prestasi sekolahnya

Semua anak pernah mengalami kecemasan pada saat-saat tertentu. Wajar bila anak-anak menjadi gelisah ketika mereka diminta untuk melakukan presentasi atau berpartisipasi ke dalam seebuah pertunjukan di sekolah. Anak-anak juga bisa mengalami kecemasan ketika memasuki sekolah baru. Semua bentuk keccemasan merupakan bagian normal dari pertumbuhan anak. Kecemasan-kecemasan tersebut tidak berlangsung selamanya, ia akan berkurang dengan sendirinya. Anak seperti ini hanya butuh pengertian dan dukungan dari orang tua dan gurunya. Tetapi sejumlah anak yang menderita masalah ini secara lebih intensif, mereka mengalami kecemasan yang lebih lama yang pada akhirnya bisa mempengaruhi kemampuna meraka untuk belajar dan sukses di sekolah mereka. Ada lima jenis kecemasan yang memerlukan sebuah pendekatan yang lebih formal untuk membantu anak-anak tersebut terentas dari permasalahannya.
_ separation anxiety
Ini merupakan bentuk kecemasan yang dialami anak-anak ketika mereka akan meinggalkan ruah dan keluarga mereka untuk bergabung dengan teman-temannyadi sekolah yang ia anggap sebagai orang asing. Masalah seperti ini biasanya bisa diatasi dengan menggunakn teknik-teknik modifikasi perilaku.
_ phobia
Phobia merupakan bentuk ketakutan seperti takut terhadap ketinggian, keramaian, ruang yang bersekat-sekat, atau terhadap binatang-binatang tetentu. Beberapa anak menderita phobia sekolah: yaitu sekolah membuat dirinya takut. Phobia sekolah bisa diatasi sepenuhnya dengan menggunakan modifikasi perilaku dan konseling-konseling individual. Phobia yang terlalu ekstrim menbutuhkan pertolongan psikiater anak.
_ social anxiety
Merupakan bentuk kecemasan yang lebih serius dibandingkan dengan anak-anak yaan memiliki sifat pemalu. Kalau anak-anak yang memiliki sifat pemalu bisa menjalin pertemanan dengan orang-orang yang sudah dikenal dengan baik, anak-anak yang menderita kecemasan social mengalami ketakutan pada orang lain. Hal ini tidak saja dialaminya ketika berada di sekolah, tetapi juga ketika sedang di jalan. Anak-anak seperti ini biasanya akan membutuhkan pertolongan psikiater profesonal untuk belajar mengatasi kesulitan yang ia hadapi.
_ generalized anxiety
Merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika masih bayi. Anak tersebut takut dengan banyak hal, termasuk sekolah. Kecemasan seperti ini mempengaruhi kemampuan anak dalam belajar, bermain, dan lain-lain. Anak yang seperti ini membutuhkan psikiater untuk membantu mereka mengatsu masalah ini.
_ severe psychiatric illness
Penyakit seperti schizophrenia bisa melibatkan gejala-gejala seperti kecemasan. Sebagian besar penyakit ini bisa disembuhkan dengan memberikan obat-obatan yang tepat dan bantuan konseling dengan seorang ahli.

Dikutip dari:buku berjudul”Deteksi dini masalah-masalh psikologi anak” oleh james le fanu

3.”Anak saya tidak bias mengontrol gerak anggota badanya dan terkadang berteriak-terriak tidak jelas

Kelainan seperti ini disebut dengan istilah Tourette,anak-anak yang mengalami kelainan Tourette ini tidak mampu mengontrol gerak tubuh,suara dan pembicaraan mereka.Tangan dan kaki mereka bias bergerak-gerak cepat tanap control,atau terkadang mereka teriak-teriak mengatakan hal-hal yang tidak jelas dan tidak bermakna.Tanda-tanda kelainan ini dikenal dengan istilah ‘motor and verbal tics’.
Kelainan Tourette adalah sebuah kelainan yang jarang sekali terjadi.Ia lebih sering terjadi pada anak laki-laki dalam setiap 10.000 anak.Anak-anak yang mengalami kelainan Tourette seringkali mengalami gangguan konsentrasi dan memperhatikan,yang mana gangguan seperti ini bias mempengaruhi perkembangan belajar mereka di sekolah.Sebagai tambahan,karena perilaku mereka yang aneh ini,mereka dihindari oleh anak-anak lainnya,hal inilah yang kemudian berpengaruh pada kepercayaan dirinya.
Gerakan motorik dan verbal dari otot tak sadar(motor and verbal tics) bisa dikontrol dengan pemberian obat-obatan,dan gangguan konsentrasi bisa diterapi dengan menggunakan obat stimuli seperti Ritalin.

Dikutip dari:buku berjudul”Deteksi dini masalah-masalh psikologi anak” oleh james le fanu

”Ia bias berbicara fasih dan aktif,tetapi ia tidak memiliki teman karena ia tidak berbicara mengenai hal-hal yang mebuat anak-anak lainnya tertarik”

Anak-anak yang bias bicara dengan baik dan aktif tetapi tidak terlibat dalam percakapan-percakapan di lingkungan pergaulannya dengan anak-anak lainnya barangkali mereka mengidap sindrom Asperger.Ini merupakan autism ringan.Anak-anak penderita sindrom Asperger ini bias mengembangkan kemampuan berbicara merekaa seperti anak-anak normal lainnya,tetapi mereka tidak memilikki kemampun menjalin interaksi social.mereka tidak tahu bagaimana cara menyampaikan yang tepat pada saat yang tepat.Sama seperti anak-anak autis,mereka memiliki kecenderungan untuk tertarik pada hal-hal yang baagi anak-anak kebanyakan tidak tertarik dan mereka tidak menyukai adanya perubahan-perubahan yang terjadi di sekeliling mereka atau mengganggu hal-hal yang mereka anggap rutin.perilaku mereka yang tidak lazim seperti ini pula yang menjadikan mereka merasa tidak nyaman di sekolah.Penolakan dari anak-anak lainnya bias menyebabkan permasalahan yang lebih jauh lagi dalam kehidupan mereka.
Seperti anak-anak autis,anak-anak yang menderita sindrom asperger biasanya sangat cerdas pada area keahlian tertentu.Sekalipun mereka tidak mampu terlibat dalam percakapan dengan banyak orang dan menjalin interaksi dengan baik.
Seorang spesialis bias membantu mengidentifikasi sindrom ini dan memberikan cara-cara untuk mengatasi masalah anak-anak yang menderitanya.sebagian besar anak yang mengalami sindrom esperger telah mendapatakan pelatihan bersosialisasi,manajemen prilaku,dan apabila mereka juga menderita kecemasan yang intensif,mereka juga mendapatkan obat-obatan.Meskipun beberapa di antara mereka masih tetap terisolir dari lingkungan pergaulannya,sebagian besar penderita sindrom ini bias belajar untuk berinteraksi dan menjalin pertemanan dengan anak-anak lainnya.

Dikutip dari:buku berjudul”Deteksi dini masalah-masalh psikologi anak” oleh james le fanu

“Ia tidak pernah berani mengemukakan pendapat ketika di kelas”

Ada dua cara penjelasa mengapa seorang anak tidak berani berbiacar mengemukakan pendapatnya ketika di kelas.Ini kemungkinan disebabkan oleh sifat ata rasa malu anak tersebut atau barangkali ia mengidap autism.Sekalipun tanda-tanda autism biasanya sudah diketahui sebelum seorang anak memasuki bangku sekolah,beberapa anak yang memiliki sifat pemalu yang terlalu berlebihan kebanyakan cenderung lebih banyak membisu di kelas.Keadaan seperti inilah yang kemudian membuat guru yang mengajar di kelasnya berkesimpulan bahwa anak tersebut mengalami autism.Cara yang paling sederhana untuk mendapatkan jawaban mengapa seorang anak tidak berani berbicara di kelas adalah dengan saling bertukar informasi dan saling mencocokn sifat-sifat anak tersebut ketika di rumah dan sekolan antara orangtua dan guru anak tersebut.
Sifat pemalu
Anak-anak yang tidak mau angkat bicara ketika sedang berada dalam situasi-situasi yang bagi dirinya asing,seperti ketika ia masuk sekolah baru,atau baru bertemu dengan guru yang tidak kenal baik dengan dirinya,tidak bias dimasukan ke dalam golongan anak yang mengalami gangguan belajar.Tetapi barangkali ia merasa malu yang terlalu berlebihan sehingga ia tampak seorang yang sedang mengalami gangguan belajar.Rasa malu yang terlalu ekstrim atau rasa malu yang berlebihan dikenal dengan istilah ‘elective mutism’.
Sebagian besar anak secara perlahan akan bias menghilangkan masalah seperti ini seiring dengan pertambahan usia.Memaksa atau membujuk anak untuk bicara dalam situasi-situasi dimana ia merasa tidak nyaman dengannya merupakan sebuah tindakan yang mubadzir dan tidak ada gunanya.
Autisma
Perbedaan antara pemalu dan autis terkadang sangat membingungkan dan tumpang tindih,hal ini dikarenakan semua anak yang menderita autism adalah anak-anak yang juga tidak berani berbicara mengemukakan pendapat di depan kelas.Perbedaanya adallah kalau seorang anak bersifat pemalu hanya tidak mau bicara ketika ia berda dalam situasi yang asing baginya,sedangkan anak-anak autis tidak bias berbicara mengemukakan pendapatnya di semua situasi baik situasi yang bagi mereka kenal ataupu situasi yang asing bagi mereka.
Apabila melihat ada anak yang mengidap autis periksakan segera ke psikiater,beberapa cara yang dapat menanganinya seperi manajemen prilaku,konseling keluarga,program-program khusus masyarakat dan sekolah,dan kadang-kadang melalui pengobatan.

Dikutip dari:buku berjudul”Deteksi dini masalah-masalh psikologi anak” oleh james le fanu